keutamaan bismillah
18 01 2010Bismillahi arrohmani arrohimi, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Kalimat pembuka yang begitu indah, mengajarkan kepedulian cinta dan kasih sayang.
Kalimat inilah yang diajarkan Rosulullah kepada umat Islam dalam mengawali setiap aktivitas. Sebuah anjuran dan ajakan yang begitu mulia, mengawali hari dan beragam aktivitas dengan sifat kasih dan sayang. hati siapa yang tidak tersentuh??? bukankah yang diinginkan oleh umat manusia adalah kedamaian dan kasih sayang???
Semakin sering kalimat ini diucapkan maka akan semakin banyak energi positif yang memberikan dorongan kepada jiwa untuk berbuat baik, mengingat 60% unsur dari tubuh manusia adalah air, dari hasil penelitian yang dituangkan dalam buku The Power of Water menyatakan bahwa air dia akan mengkristal sesuai dengan prasangka dan ucapan seseorang. Apabila kata yang diucapakan kepada air tersebut buruk maka sugesti negatif yang akan ia berikan kepada tubuh. Begitupun hal nya dengan sugesti positif.
Jauh sebelum penelitian itu ditemukan Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berkata dan berbuat baik. Terjadi hubungan yang saling menguatkan antara hasil penelitian itu dengan perkataan Rasulullah bahwa setiap aktivitas yang tidak diawali oleh bismillahi Arrohmani Arrohimi tidak berkah atau kurang berkah.
Seandainya ada yang bertanya kenapa bisa demikian kan terbentang jarak yang jauh antara pernyataan Rasulullah dengan hasil penelitian tersebut? ya betul jaraknya memang jauh namun substansi bahasannya ialah sugesti positif dan negatif.
Substansi bismillahi Arrohmani arrohimi ialah mengajarkan manusia beriman kepada Allah SWT dan mengajarkan manusia bersifat pengasih dan penyayang. Kemudian mengingat unsur tubuh manusia60% adalah air dan air itu dapat menjaddi energi positif dan negatif sesuai degan apa yang diucapkan dan dilakukan, maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang saling menguatkan antara Hadits Rasulullah ini dengan hasil penelitian tersebut.
Dikisahkan oleh ulama-ulama terdahulu bahwa pada masa itu hiduplah sepasang suami istri yang memiliki karakter yang berbeda. si suami energi yang mendominas dirinya mayoritas energi engatif sehingga sikaf dn perbuatannya negatif; mabuk, main perempuan berjudi dan kejahatan lainnya. Sedangkan si istri energinya energi positif cerminan prilakunya ialah kesalehan taat beribadah, berkata baik, kasih sayang dan lainnya.
Ada yang menarik dari kedua pasang suami istri ini, sang istri dalam beraktivitas selalu mengucapkan kalimat Bismillahi arrohmani arrohimi, si suami merasa resa dan ingin tahu apa yang sebenarnya diucapkan oleh istrinya, ia bermaksud menguji apakah ada nilai kebaikan dari kalimat yang diucapkan oleh istrinya.
Suatu hari sang suami menitipkan sekantong emas kepada istrinya untuk disimpan dan kemudian akan ia minta lagi, dengan penuh rasa percaya istrinya mengambil titipan dan lalu menyimpannya, dari mulai mengambil hingga tersimpan di lemari istrinya membaca bismillah.
Pada hari berikutnya sang suami secara diam-diam mengambil bungkusan itu lalu ia buang ke dalam sumur, tak lama kemuadian ia memanggil istrinya dan meminta kembali bungkusan ter sebut.
Ketika istrinya hendak membuka pintu lemari ia membaca bismillah, pertolongan dari Allah datang bungkusan tersebut atas izin Allah kembali ada di tempatnya semula.
Melihat kejadian ini sang suami mendapat hidayah dan kemudian ia bertaubat.
melalui kisah ini dapat kita pahami betapa indahnya berprasangka dan berbuat baik karena ia akan memberikan sugesti positif.
3 shofar 1431 H @ ruang guru SMPIT Al-Furqon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar